HUBUNGAN ILMU SOSIAL DASAR DENGAN SISTEM
INFORMASI
Pertama sebelum
lanjut ke hubungan ilmu budaya dasar dengan jurusan sistem informasi,
kita harus mengetahui definisi dari dari kedua hal tersebut.
kita harus mengetahui definisi dari dari kedua hal tersebut.
Pengertian
Ilmu Sosial Dasar :
Ilmu Social
Dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah social
yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia
dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal
dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu
social.Hubungan ilmu dengan budaya juga dapat menimbulkan cabang ilmu yang lain
yaitu cabang ilmu budaya. Ilmu budaya adalah cara kita memahami, mengetahui dan
mengerti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia, sesuatu cara kita
memahami bagaimana kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok orang
tertentu disaat berjuang untuk mempertahankan hidup. Missal kebudayaan manusia
praserjarah, ilmu budaya sangat diperlukan untuk menyelidiki hal-hal yang
mereka lakukan pada saat itu untuk tetap bertahan hidup memperbanyak turunan
mereka dan bagaimana cara mereka menghibur diri pada zamannya. Ilmu budaya
sangat penting guna mencari tahu bagaimana kehidupan masa lampau. Sama seperti
ilmu teknik, ilmu budaya juga dapat berkembang menjadi berbagai macam cabang
ilmu yang lainnya missal, ilmu budaya dasar ilmu budaya tingkat tinggi dan
cabang-cabang ilmu budaya lainnya. Ilmu budaya ini akan semakin berkembang
semakin hari, karena budaya yang berkembang sampai saat ini sudah mengalami
kelajuan yang pesat dari zaman lampau.Hubungan Ilmu sistem informasi dengan
ilmu sosial dasar menjadi sebuah dasar dari ilmu atau Ilmu dasar yang harus
kita pelajari terlebih dahulu agar kita mengerti di tingkat ilmu selanjutnya.
Ilmu dasar sangat penting untuk berbagai macam cabang ke-ilmuan. Karena tanpa
dasar dari ilmu kita akan sulit untuk memahami ilmu yang ingin kita
pelajari.Hubungan Ilmu sosial dasar dengan Informatika adalah ilmu informasi
yang mempelajari tentang cara pengumpulan, klasifikasi, manipulasi penyimpanan,
pengaksesan, dan penyebarluasan informasi untuk keperluan sosial dan
kemasyarakatan secara menyeluruh dengan kode matematika atau diselesaikan
dengan logika matematika untuk mencapai suatu tujuan.Hubungan budaya dengan
informatika, informatika adalah informasi yang disampaikan melalui matematika.
Informasi dapat berbentuk lisan maupun tertulis. Informasi merupakan suatu
kebudyaan yang sudah ada sejak adanya manusia pertama di muka bumi ini, mereka
mengerti satu sama lain melaui informasi yang disampaikan. Walaupun bahasa yang
mereka gunakan berbeda satu sama lainnya, tapi tetap mereka mempunya maksud
yang sama. Informasi ini sudah menjadi budaya yang selalu digunakan oleh orang
untuk melakukan komunikasi dengan yang lainnya. Informasi yang disampaikan
secara lisan jaranng menggunakan cara atau metode matematis, karena informasi
lisan bersifat langsung yang harus segera dilakukan tanpa banyak menunggu lagi.
Sedangkan informasi yang disampaikan secara tertulis sebagian menggunakan
metode matematika. Contonya saja sms ataupun email, yang dirancang dengan
menggunakan dasar matematika, agar pesan yang ingin disampaikan diterima oleh
si penerima dengan cepat dan baik. Di zaman modern ini informasi yang
disampaikan dengan cara matematis sudah banyak berkeliaran. orang-orang pada
zaman ini membutuhkan informasi yang efektif dan mamilki efisiensi yang tinggi.
Karena di zaman ini orang-orang memiliki kesibukan yang modern.Dari uraian
diatas tentang ilmu, budaya, dasar, teknik dan informatika, dapat disimpulkan
bahwa semua hal tersebut saling berhubungan satu sama lainnya misalnya saja
sebuah budaya adalah ilmu yang nurupakan teknik dasar kita dalam melakukan
komunikasi guna mendapatkan informasi. Namun apakah kesemua point-point itu
sudah dimengerti dan dijalankan oleh semua orang khusunya di Indonesia.
Bagaimana cara mereka mempraktikannya dalam dunia nyata.
Nah sekarang apakah yang dimaksud dengan sistem
informasi itu……..?
Sistem
informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam
mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana
sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan
prosedur-prosedur yang tergorganisasi. Biasanya suatu perusahan atau badan
usaha menyediakan semacam informasi yang berguna bagi manajemen. Sebagai
contoh: Perusahaan toko buku mempunyai sistem informasi yang menyediakan
informasi penjualan buku-buku setiap harinya, serta stock buku-buku yang
tersedia, dengan informasi tersebut, seorang manajer bisa membuat kebutusan,
stock buku apa yang harus segera mereka sediakan untuk toko buku mereka,
manajer juga bisa tahu buku apa yang paling laris dibeli konsumen, sehingga
mereka bisa memutuskan buku tersebut jumlah stocknya lebih banyak dari buku
lainnya.
Pengertian Sistem Informasi menurut beberapa Ahli
Pengertian
sistem informasi menurut John F. Nash
Sistem
Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media,
prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang
penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen
dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang
tepat.
Pengertian
sistem informasi menurut Henry Lucas Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari
prosedurprosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan
informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.
komponen
sistem informasi
1. komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. komponen model
kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. komponen output
output informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. kompone teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.
5. komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan softwre database.
6. komponen kontrol
pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadapsistem informasi.
1. komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. komponen model
kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. komponen output
output informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. kompone teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.
5. komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan softwre database.
6. komponen kontrol
pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadapsistem informasi.
Karakter
Sistem informasi
1. sistem informsi memiliki komponen yang berupa subsistem yang merupakan
elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut
misalnya bagian input, proses, output. Contoh input adalah salesman memasukan
data penjualan bulan ini, maka disana terdapat manusia yang melakukan pekerjaan
input dengan menggunakan hardware keyboard dan menggunakan interface sebuah
aplikasi laporan penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi
tersebut.
2. ruang
lingkup sistem informasi yaitu rung lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan
yang meupakan gari bats lingkup kerja sistem tersebut sehingga sistem informasi
tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
3. tujuan
sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan
menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah informasi dianggap berhasil
apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
4. lingungan
sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistemm
informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini urut dipertimbangkan
pada saat perencanaann sistem informasi.
Klasifikasi
Sistem :
• Sistem
abstrak ; sistem
yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara
fisik
(sistem teologia)
Sistem fisik
; merupakan
sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi,
sistem
produksi dll.)
• Sistem
alamiah ; sistem
yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar
angkasa,
sistem reproduksi dll.
Sistem
buatan manusia ; sistem
yang dirancang oleh manusia.
Sistem
buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut
humanmachine
system
(contoh ; sistem informasi)
• Sistem
Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat
diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga
keluaran
dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak
tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi
karena mengandung unsur probabilitas.
• Sistem
tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh
dengan
sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur
tangan dari
pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak
ada sistem
yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara
relatif
tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem
terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan
luarnya.
Lebih
spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan
bagian
dari sistem
buatan manusia dan berineraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer
sebagai
bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.
Sistem
berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :
• Sistem
terspesialisasi ; adalah
sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang
berbeda
(misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
• Sistem besar
; adalah
sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan
perawatan
harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian
besar masa
hidupnya dengan makan dan makan).
• Sistem
sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem
yang lebih
besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
• Sistem
berkembang ; walaupun
tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua
sistem
selalu berkembang.
Pelaku
sistem terdiri dari 7 kelompok :
1. Pemakai ;
Pada umumnya
3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen
;
Umumnya
terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas
menangani
pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat
dalam
pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam
strategi
perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok
manajemen
biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu
dan uang,
misalnya ;
“ sistem
tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan
dalam waktu
enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan
biaya
sebesar x”.
3. Pemeriksa
;
Ukuran dan
kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem
tersebut
diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa.
Pemeriksa
biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar
yang
dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4.
Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya
antara lain sebagai :
- Arkeolog ;
yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan,
bagaimana
sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
- Inovator ;
yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai
bagi
kemungkinan-kemungkinan lain.
- Mediator ;
yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain
pemakai,
manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang
mungkin
belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
- Pimpinan
proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman
dari
programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya
ditetapkan
terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah
hal yang
wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain
sistem ;
Pendesain
sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang
tidak
berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain
arsitektur
tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6.
Programmer ;
Mengerjakan
dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7. Personel
pengoperasian ;
Bertugas dan
bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan
perangkat
keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin
tidak
diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan
klasifikasi
khusus untuk
menjalankan sistem.
Sistem informasi dikembangkan untuk
tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Skema Sistem
Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi beberapa bagian1.Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi dan sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal
2. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets, presentasi.
3. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5.Sistem Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Juga menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, serta dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
6.Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (decision support systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
7. Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems (DSS) menjadi suatu solusinya.
Sistem
Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada
informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu
para eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan
menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa
diakses seperti kantor.
‘jadi menurut saya budaya itu
sangat membutuhkan informasi, agar dapat terus bertahan dan dapat di ketahui
oleh masyarakat. Tanpa jaringan informasi, masyarakat di masa yg akan datang
mungkin akan lupa budaya yg pernah dilakukan dimasa lalu. Maka dari itu,
menurut saya ilmu budaya sangat di pengaruhi oleh ilmu informasi/sistem
informasi.’

Tidak ada komentar:
Posting Komentar