Sabtu, 24 Oktober 2015

PENGARUH PEREKONOMIAN GLOBAL TERHADAP PEREKONOMIAN DOMESTIK(LOKAL)

PENGARUH PEREKONOMIAN GLOBAL TERHADAP PEREKONOMIAN DOMESTIK(LOKAL)

Sebelum membahas tentang pengaruh globalisasi pada perekonomian Indonesia, mesti kita harus paham apa yang dimaksud dengan globalisasi. Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. Sedangkan Globalisasi Perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuata pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. contoh nyata dari pengaruh globalisasi ini adalah adanya pasar bebas. Yaitu dengan tumbuhnya produk-produk luar negeri yang membuat produk Indonesia kalah saing dipasaran. Ini akibat dari orang-orang Indonesia yang berpikir bahwa produk-produk luar negeri lebih berkualitas baik daripada produk dalam negeri. Tanpa adanya pengembangan produk, sudah pasti produk mereka tidak akan bisa laku di pasaran. Terlebih sejak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) diberlakukan, barang – barang dari China mulai membanjiri pasar Indonesia. Tidak hanya bentuk serta tampilan produk yang menarik, namun juga harga yang ditawarkan sangat murah bila dibandingkan dengan produk – produk buatan Indonesia. Bagi beberapa pelaku industri, terutama yang selama ini mengandalkan bahan baku import dari China, malah menjadi pihak yang diuntungkan atas masuknya Indonesia ke dalam pasar bebas Asia. Mereka bisa mendapatkan bahan baku dengan harga yang jauh lebih murah karena dilakukannya perjanjian penghapusan tarif import sehingga bisa menekan banyak biaya yang harus mereka keluarkan. Dengan mendapatkan bahan baku yang murah, maka secara otomatis kegiatan industri bisa semakin berkembang. Itu merupakan contoh positif dari pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia.

Dampak positif globalisasi antara lain:
Semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor, dengan catatan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri. Apabila investasinya bersifat langsung, misalnya dengan pendirian pabrik di Indonesia maka akan membuka lapangan kerja. Hal ini bisa mengatasi kelangkaan modal di Indonesia
Semakin mudah memperoleh barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia
Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.

Dampak negatif globalisasi bagi kegiatan ekonomi di Indonesia terutama bersumber dari ketidaksiapan ekonomi Indonesia dalam persaingan yang semakin bebas. Berikut adalah dampak negatif globalisasi terhadap perekonomian adalah :
Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas. Misalnya produk pertanian kita kalah jauh dari Thailand.  
Membanjirnya produk impor di pasaran Indonesia sehingga mematikan usaha-usaha di Indonesia. Misalnya, ancaman produk mainan Cina yang lebih murah bagi industri mainan di tanah air.
Ancaman dari sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang lebih profesional SDMnya. Lapangan kerja di Indonesia yang sudah sempit jadi semakin sempit.
Maka dari itu sebaiknya kita sebagai warga Indonesia yang mencintai Indonesia wajib hukumnya untuk mendukung Indonesia agar bisa sejahtera. Misalnya dengan membeli produk dalam negeri karena pasar kita yang sudah tersaingi oleh pasar luar negeri di era globalisasi ini. Globalisasi membawa pengaruh positif terhadap Indonesia, tetapi tidak kalah juga dengan contoh yang telah disebutkan diatas dampak negatifnya. Dalam hal Globalisasi ini, peran pemerintah dalam suatu negara sangat diperlukan, mengingat segala aspek yang dilakukan adalah demi tercapainya suatu keadaan negara yang lebih baik. Pemerintah perlu menyikapi kehadiran globalisasi disini secara intensif dan berkelanjutan (berkala). Karena dampak/pengaruh negatif dari globalisasi ini jika dibiarkan secara terus menerus maka sama saja akan memutarbalikkan keadaan bahkan membuat keadaan (kehidupan masyarakat) Indonesia semakin terpuruk. Kesenjangan dan ketimpangan akan terjadi dan akan terus terjadi, baik antar wilayah, maupun kedudukan sosial di Indonesia.

Sabtu, 17 Oktober 2015

PEREKONOMIAN GLOBAL

PEREKONOMIAN GLOBAL

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Intu masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Kata ekonomi sendiri berasal dari kata Yunani ( oikos ) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan ( nomos ) , atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga”. Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang yang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikro ekonomi vs makro ekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif ( deskriptif ) vs normatif, mainstream vs heteredox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang – bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian prilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi seperti yang telah disebutkan diatas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah “pembuatan keputusan” dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pillihan – pilihan. Mislanya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang dan agama. Gary Backer dari university of chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel – artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan prilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan segai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
o Faktor – faktor dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu :
a. Tanah dan sumber alam, faktor produksi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.
b. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu : tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil, dan tenaga kerja terdidik.
c. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang – barang dan jasa – jasa yang dibutuhkan.
d. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Keahlian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.
o Macam – macam sistem perekonomian
a. Sistem perekonomian kapitalisme
Sistem perekonomian kapitalisme yaitu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan menjual barang dan sebagainya. Dalam sistem perekonomian kapitalis, semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba yang sbesar – besarnya.
b. Sistem perekonomian sosialisme
Sistem perekonomian sosialisme yaitu perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk kedalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara sera jenis – jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
c. Sistem perekonomian komunisme
Sistem perekonomian komunisme adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber – sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tak boleh memiliki kekayaan pribadi. Sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan.
d. Sistem ekonomi merkantilisme
Sistem ekonomi merkantilisme yaitu suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan memperbanyak asset dan modal yang dimiliki negara.
e. Sistem perekonomian fasisme
Sistem perekonomian fasisme yaitu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain, dengan kata lain, fasisme merupakan sikap rasionalism yang berlebihan.
o Macam – macam sistem ekonomi
a. Sistem ekonomi tradisional
Suatu sistem ekonomi yang masih menggunakan faktor – faktor produksi dengan pola tradisional atau adat kebiasaan yang tergantung pada faktor alam. Motivasi kegiatan ekonominya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan bersama.
b. Sistem ekonomi pasar
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi yang sebagian besar barang – barang kapital baik yang buatan manusia maupun buatan alam yang dimiliki swasta. Proses produksi, distribusi, dan konsumsinya dilaksanakan dalam rangka mencari laba yang sebesar – besarnya oleh pemilik.
c. Sistem ekonomi terpusat
Suatu sistem ekonomi yang seluruh kebijakan perekonomiannya ditentukan oleh pemerintah. Motivasi kegiatan ekonominya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dan untuk kemakmuran negara.
d. Sistem ekonomi campuran
Sistem ekonomi hasil perpaduan dari sistem ekonomi pasar dengan sistem ekonomi terpusat sehingga kelemahan – kelemahan yang ada pada kedua sistem tersebut dapat diatasi. Pada sistem ekonomi ini ada kebebasan bagi perseorangan dan swasta untuk ikut dalam kegiatan ekonomi.
e. Sistem ekonomi Indonesia
Sistem ekonomi Indonesia dikenal sebagai demokrasi ekonomi adalah sistem ekonomi yang dijalankan oleh Indonesia. Pada sistem ini, kegiatan produksi dilakukan oleh semua, untuk semua, dan dibawah pimpinan atau kepemilikan oleh anggota – anggota masyarakat. Motovasi kegiatan ekonominya adalah untuk kemakmuran masyarakat dengan memenuhi kebutuhannya dan mengembangkan keselarasan, keserasian serta keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat.
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popoler, dan bentuk – bentuk interaksi yang lain.
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi, sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas – batas negara.
o Ciri globalisasi
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkeembangnya fenomena globalisasi di dunia.
ü Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang – barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
ü Pasar dan produksi ekonomi di negara – negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
ü Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa ( terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olahraga internasional ). Saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal – hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang feshion, literatur dan makanan.
ü Meningkatkan masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain – lain.
o Penyebab krisis ekonomi global
Ditengah dinamika ekonomi global yang terus – menerus berubah dengan akselerasi yang semakin tinggi, Indonesia mengalami terpaan badai krisis yang intensitasnya telah sampai pada keadaan yang nyaris menuju kebangkrutan ekonomi.
Krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis moneter – beberapa waktu yang lalu, paling tidak telah memberikan indikasi yang kuat terhadap tiga hal.
1. Kredibilitas pemerintah telah sampai pada titik nadir. Penyebab utamanya adalah karena langkah – langkah yang ditempuh pemerintah dalam merespons krisis selama ini lebih bersifat “tambal – sulam”, ad – hoc, dan cenderung menempuh jalan yang berputar – putar.
Selain itu, seluruh sumber daya yang dimiliki negeri ini dicurahkan sepenuhnya untuk menyelamatkan sektor modern dari titik kehancuran. Sementara itu sektor tradisional, sektor informasi, dan ekonomi rakyat yang juga memiliki eksistensi di negeri ini seakan – akan dilupakan dari wacana penyelawatan perekonomian yang tengah menggema.
2. Rezim orde baru yang selalu mengedepankan pertumbuhan ( growth ) ekonomi telah menghasilkan crony capitalisme yang telah membuat struktur perekonomian menjadi sangat rapuh terhadap gejolak – gejolak eksternal. Industri manufaktur yang sempat dibanggakan itu ternyata sangat bergantung pada bahan baku impor dan tak memiliki daya tahan. Sementara itu akibat “dianak – tirikan”, sektor pertanian pun juga tak kunjung nature sebagai penopang laju industrialisasi. Yang saat itu terjadi adalah derap industrialisasi melalui serangkaian kebijakan yang cenderung merugikan sektor pertanian. Akibatnya, sektor perekonomian tak mampu berkembang secara sehat dalam merespons perubahan pola konsumsi masyarakat dan memperkuat competitive advantage produk – produk ekspor Indonesia.
Salah satu faktor terpenting yang bisa menjelaskan kecenderungan diatas adalah karena proses penyesuaian ekonomi dan politik ( economic n political adjustment ) tidak berlangsung secara mulus dan alamiah. Soeharto – style state – assisted capitalesm nyata – nyata telah merusak dan merapuhkan tatanan perekonomian. Memang disatu sisi pertumbuhan ekonomi yang telah dihasilkan cukup tinggi, namun mengakibatkan ekses yang ujung – ujungnya justru counter productive bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
3. Rezim yang sangat korup telah membuat sendi – sendi perekonomian mengalami kerapuhan. Secara umum, segala bentuk korupsi akan mengakibatkan arah alokasi sumber daya perekonomian menjurus pada kegiatan – kegiatan yang tidak produktif dan tidak memberikan hasil optimum. Dalam kondisi seperti ini pertumbuhan ekonomi memang sangat mungkin terus berlangsung, bahkan pada intensitas yang relatif tinggi. Namun demikian, sampai pada batas tertentu pasti akan mengakibatkan melemahnya basis pertumbuhan.
Selanjutnya praktik – praktik korupsi secara perlahan C tapi pasti C telah merusak tatanan ekonomi dan pembusukan politik yang disebabkan oleh prilaku penguasa, elit politik, dan jajaran birokrasi. Keadaan semakin parah ketika jajaran angkatan bersenjata dan aparat penegak hukum pun ternyata juga turut terseret kedalam jaringan praktik – praktik korupsi itu. Hancurnya kredibilitas pemerintah yang dibaregi dengan tingginya ketidakpastian itu telah menyebabkan terkikisnya kepercayaan ( trust ). Yang terjadi dewasa ini tidak hanya sekedar pudarnya trust masyarakat terhadap pemerintah dan sebaliknya, melainkan jkuga antara pihak luar negeri dan pemerintah, serta diantara sesama kelompok masyarakat. Yang terakhir disebutkan ini tercermin dengan sangat jelas dari keberingasan massa terhadap simbol – simbol kekuasaan serta kemewahan dan terhadap kelompok etnis Cina, seperti yang dikenal dengan peristiwa Mei 1998.
Sementara itu, krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat dilihat dari respons masyarakat yang kerap kali berlawanan dengan tujuan kebijakan yang ditempuh pemerintah. Misalnya, kebijakan pemerintah yang seharusnya berupaya menggiring ekspektasi masyarakat kearah kanan, justru telah menimbulkan respons masyarakat menuju ke arah kiri, dan sebaliknya. Faktor lainnya adalah semakin timpangnya distribusi pendapatan dan kekayaan, sehingga mengakibatkan lunturnya solidaritas sosial.

Sistem perekonomian yang berlaku di Indonesia yaitu sistem perekonomian kapitalisme. Sistem ekonomi global yang mengarah kapitalis adalah eksploitasi sebesar – besarnya pada sumber daya alam tanpa memikirkan efek jangka panjang. Satu hal yang hanya menjadi pemikiran kaum kapitalis, yaitu untung, untung dan untung, tak ada yang lain.
Sistem ekonomi global mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Mulai dari sistem ekonomi tradisional, modern, hingga kapitalis seperti sekarang. Perkembangan sistem ekonomi global juga dipengaruhi oleh perkembangan pola pikir manusia.
Semakin lama, manusia cenderung semakin ingin bebas dan tidak mau dikekang keinginannya. Begitu pula dengan kegiatan ekonomi yang mereka lakukan. Mereka semakin ingin terlepas dari aturan – aturan yang selama ini diberlakukan pemerintah.
Oleh sebab itu, sistem ekonomi kapitalis mengalami perkembangan yang cukup pesat. Saat ini, hampir negara – negara di seluruh dunia menggunakan sistem ekonomi kapitalis. Sekalipun negara tersebut mengatakan bahwa sistem ekonominya adalah campuran, namun pada kenyataannya adalah kapitalis.
Jadi apabila ada orang yang bertanya, sistem ekonomi apakah yang dipakai dunia saat ini ? jawabannya memang sistem ekonomi kapitalis. Yang kuat akan semakin kuat, sedangkan yang lemah akan semakin lemah.
Masalah perekonomian di Indonesia yang sempat terjadi bukan hanya masalah deflasi dan inflasi. Sektor ekonomi riil, seperti industri rumah tangga, pangan maupun jasa, pun terkadang masih mengalami hambatan hingga saat ini sehingga masalah perekonomian yang ada di Indonesia belum tuntas sepenuhnya.
Jika kita mau menghubungkan masalah perekonomian Indonesia dengan pengangguran dan kemiskinan, tentu kondisi ekonomi Indonesia masih jauh disebut stabil. Usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok pun seringkali mengalami kendala.
Alhasil, kita harus berulang – ulang mengimpor beras atau gandum dari negara lain. Output pertanian kita sampai sekarang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Inilah salah satu masalah perekonomian di Indonesia.
Distribusi adalah masalah perekonomian di Indonesia yang juga perlu dibenahi. Distribusi merupakan bagian penting dari sebuah kegiatan ekonomi. Lancar atau tidaknya jalur distribusi akan berpengaruh terhadap pasar dan kekuatan ekonomi masyarakat.

Jumat, 09 Oktober 2015

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI INDONESIA

Pada saat ini, kita hidup di zaman globalisasi atau bisa juga disebut zaman modernisasi. Modernisasi sendiri dalam ilmu sosial merujuk pada bentuk transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik. Modernisasi mencakup banyak bidang, contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di zaman modernisasi seperti sekarang, manusia sangat bergantung pada teknologi. Hal ini membuat teknologi menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Dari orang tua hingga anak muda, para ahli hingga orang awam pun menggunakan teknologi dalam berbagai aspek kehidupannya. Para petani yang bekerja di ladang juga menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil panennya, contohnya adalah penggunaan traktor mesin yang lebih cepat dan efisien jika dibandingkan dengan bajak yang ditarik oleh seekor kerbau.

Kebutuhan manusia akan teknologi juga didukung dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang dan semakin mendunia. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang sederhana hingga sangat rumit. Bahkan, kurang dari 10 tahun terakhir, teknologihandphone yang awalnya hanya sebuah alat komunikasi nirkabel berkembang menjadi alat komunikasi yang dapat mengambil foto, merekam video, mendengarkan musik, dan mengakses internet dalam hitungan detik.

Perkembangan teknologi saat ini merupakan dasar untuk mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemajuan suatu negara didasarkan atas seberapa jauh ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai oleh negara tersebut. Hal ini sangat beralasan dikarenakan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dasar dari setiap aspek kehidupan manusia.

Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang hidup dalam lingkungan global, maka mau tidak mau juga harus terlibat dalam maju mundurnya penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan, khususnya untuk kepentingan bangsa sendiri. Sebagai negara yang masih berkembang, Indonesia dianggap belum terlalu maju dalam penguasaan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut mantan Menteri dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana, kemajuan teknologi di Indonesia masih rendah. Ada beberapa indikator yang membuktikan rendahnya tingkat teknologi di Indonesia, seperti kurangnya kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor industri, sinergi kebijakan masih lemah, dan sedikitnya jumlah ilmuwan di Indonesia.

Berdasarkan data United Nation for Development Program (UNDP) pada tahun 2013, indeks pencapaian teknologi Indonesia berada pada urutan ke-60 dari 72 negara. Ukurannya berdasarkan kepada penciptaan teknologi yang dilihat dari perolehan hak paten dan royalti atas karya dan penemuan teknologi, difusi inovasi teknologi mutakhir yng diukur dari jumlah pengguna internet dan besaran sumbangan ekspor teknologi terhadap barang ekspor, difusi inovasi teknologi lama yang dilihat dari jumlah pengguna telepon dan pemakai listrik, tingkat pendidikan penduduk berdasarkan rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas, dan angka partisipasi kasr penduduk yang menempuh pendidikan tinggi di bidang iptek.

Rendahnya kemajuan teknologi di Indonesia terlihat di Indonesia terlihat dari minimnya anggaran pemerintah untuk riset. Walaupun pada tahun 2010 pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana sejumlah 1,9 triliun rupiah (sekitar $205 juta) untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ternyata dana ini hanya 0,85 dari pendapatan domestik bruto (PDB) per tahun. Jika dibandingkan dengan dana riset di Cina yang berjumlah 2%, Jepang yang berjumlah 3,4%, dan Korea Selatan 4,04% dari PDB, maka bisa disimpulkan bahwa Indonesia cukup tertinggal jauh.

Selain itu, kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang sektor produksi di Indonesia juga masih rendah. Hal ini dapat terlihat dari kurangnya efisiensi, rendahnya produktivitas, dan minimnya kandungan teknologi dalam barang ekspor. Ekspor produk manufaktur didominasi oleh produk dengan teknologi rendah sebanyak 60%.


Berdasarkan beberapa fakta yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia masih sangat rendah bahkan bisa dibilang tertinggal jika dibandingkan negara-negara lain. Hendaknya, kita terus meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan negara kita.

Sabtu, 03 Oktober 2015

KEBUDAYAAN

BUDAYA TANA TORAJA DI SULAWESI SELATAN

Toraja adalah salah satu suku yang berdiam di daerah pegunungan Latimojong, wilayah Utara dari Propinsi Sulawesi Selatan. Tepatnya di Kabupaten Tana Toraja, yang kini sebagian wilayahnya dimekarkan menjadi daerah otonomi baru, yakni Kabupaten Toraja Utara. Suku Toraja yang bermukim di dua kabupaten yang memiliki hawa dingin ini, dominan penganut agama Nasrani, setelah jauh sebelumnya adalah pengikut animisme yang didasarkan pada ajaran dianut nenek moyang mereka ribuan tahun lalu, yang oleh suku Toraja disebut “aluq tudolo”(kebiasaan, ajaran, paham dan keyakinan orang-orang terdahulu).

Meskipun saat ini masyarakatnya tidak lagi menganut keyakinan yang diwariskan dari nenek moyang mereka, tetapi nilai dan ajaran “aluq tudolo” tetap dipegang teguh dan dilestarikan dalam kehidupan bermasyarakat. Misal diantaranya, sekalipun masyarakat suku Toraja telah mengikuti ajaran Nasrani, tetapi tradisi “aluq tudolo” yang mengagungkan kematian kerabat yang meninggal dunia tetap dipertahankan dan dilestarikan hingga kini. Itu sebabnya pesta kematian bagi keluarga yang meninggal dunia, disebut “Rambu solo”, jauh lebih meriah bila dibandingkan pesta pernikahan sanak keluarga.

Kematian bagi masyakat suku Toraja, adalah inti dan puncak pencapaian kehidupan paling agung menuju keabadian di “puya” (arasy). Itulah sebabnya, sebelum menuju ke mahligai nirwana di “puya”, pemakaman jenazah menjadi momentum paling sakral dalam perjalanan hidup di muka bumi ini. Suku Toraja memegang teguh pemahaman bahwa “hidup manusia adalah untuk mati” menuju alam keabadian. Guna mencapai ketenteraman di “puya”, setiap mayat harus melakukan pembersihan diri sebagai penebus dosa. Untuknya, setiap jenazah yang akan dikubur, sedapat mungkin diberi bekal sebanyaknya sesuai kemampuan keluarga.

Bekal dimaksud adalah roh sejumlah hewan yang dikurbankan pada saat pesta pemakaman “rambu solo” dilaksanakan. Roh sejumlah hewan yang dikurbankan itu diharapkan mampu mengiring-iringi sang jenazah menuju “puya”. Semakin banyak jumlah hewan dikurbankan semakin sempurnalah perjalanan menuju keabadian. Semakin tinggi derajat kasta jenazah, semakin tinggi pula hewan dikurbankan. Itu sebabnya, pesta kematian suku Toraja, kadang menghabiskan dana milyaran rupiah. Bagi mereka yang belum mampu, jenazah kerabatnya di-“mumi” sementara waktu di rumah, hingga saatnya kerabat mampu mengumpul uang.

Upacara kematian “rambu solo” yang kadang menghabiskan anggaran Milyaran rupiah --- yang kini bergeser diartikan derajat dan gengsi keluarga --- berhari-hari berlangsung meriah selama sekian pekan, siang maupun malam. Pesta selain disertai nyanyian-nyanyian duka“ma’badong”, do’a-do’a ratapan, juga ditampilkan musik dan ragam tarian tradisional untuk menghibur kerabat keluarga yang sedang berduka, yang tak habis-habisnya berdatangan menyampaikan belangsungkawa, baik mereka yang bermukim di Tana Toraja, maupun yang jauh-jauh datang dari negeri rantau. Entah dari dalam ataupun dari luar negeri.

Penguburan mayat, pada saatnya akan dilakukan sesuai kesepakatan keluarga. Mayat yang dimakam, sebagian besar adalah jenazah yang sekian bulan atau sekian tahun dirawat di rumah, setelah sebelunya di-“mumi” melalui ramuan tradisional khas Toraja, sehingga fisik jenazah tetap utuh seperti sediakala semasa hidup. Diselimuti pakaian baru secara lengkap, dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dimasukkan ke dalam peti yang terbuat dari jenis kayu tahan lama. Mayat dalam peti, diusung segenap keluarga menuju pekuburan liang gunung batu yang telah disiapkan. Peti berisi mayat di letakkan di atas gundukan batu dalam liang.

Pekuburan liang di pegunungan batu, tersebar di sepanjang wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Setiap lokasi dapat disaksikan peti-peti berisikan mayat atau tengkorak manusia bergelimpangan. Pekuburan dimaksud itulah yang menjadi salah satu objek wisata (yang mungkin) terunik di dunia yang tak henti-hentinya mendapat kunjungan wisatawan nusantara dan manca negara. Selebihnya karena selain cuaca Tana Toraja yang sejuk-dingin, juga karena pemandangan alam pegunungannya yang indah, serta rumah tradisonalnya yang khas, pula karena kehidupan masyarakatnya masih terasing, khas dan unik.

Jenazah-jenazah dalam peti yang telah “dikubur”, diletakkan dalam liang gunung batu, oleh sebagian kecil masyarakat suku Toraja --- khsusnya di kawasan Baruppu, Toraja Utara ---- meyakini bahwa jenazah itu menjadi bagian tidak terpisahkan dari kerabat keluarganya yang masih hidup. Itu sebabnya di kawasan ini, sebagian keluarga intens memperhatikan jenazah kerabatnya, setidaknya setiap setahun sekali dibersihkan. Ritual yang disebut “ma’nene” ini dilakukan dengan cara mengeluarkan “mumi” mayat dari peti untuk dibersihkan. Pakaian lama yang digunakan sang jenazah, digantikan dengan pakaian yang lebih baru.

Ritual ini terinspirasi dari kisah nenek moyang mereka ratusan tahun lampau, Pong Romasek seorang pemburu binatang, saat tengah berburu di hutan belantara, ia menemukan sesosok mayat tergeletak dan mengenaskan. Pong Rumasek tergugah, ia membawa pulang mayat itu, lalu membersihkan dan memberi pakaian bersih yang digunakannya. Sejak itu, setiap kali berburu, selalu mendapat banyak binatang buruan. Bahkan selalu mendapat buah segar yang berlebihan. Perkebunan dan persawahan milik masyarakat di kampungnya, pun selalu menuai hasil panen yang melimpah ruah.

Sejak itulah Pong Rumasek menyadari bahwa merawat orang yang telah meninggal dunia, tidak jauh lebih mulia dari merawat kekerabatan dengan orang yang masih hidup. Paham Pong Rumasek secara turun temurun sekian abad diyakini dan diterapkan masyarakat suku Toraja, khususnya di Baruppu, Kabupaten Toraja Utara. Selain ritual pesta kematian, ritual “ma’nene” ini, juga menjadi bagian objek wisata khas suku Toraja yang tiada bandingannya dengan suku lain di muka bumi ini. Itu sebabnya, setiapkali ritual “ma’nene” dilaksanakan tak pernah sepi kerumunan wisatawan, dalam dan luar negeri, hadir menjadi saksi nyata.

Berikut jadwal acara massal ritual “ma’nene” tahun 2014 di Tana Toraja:

Senin, 08 September, Ibadah Gereja Elim Tonga, Membuka Liang Lahat, Bersih-bersih Kubur.

Selasa, 09 September, Acara keluarga menganti kain kafan (Mangika’)

Rabu, 10 September, Pemindahan Jenazah bagi keluarga tertentu(Ma’Palengka)

Kamis, 11 September, Pemindahan Jenazah bagi keluarga tertentu(Mangika’)

Jumat, 12 September, Acara keluarga di Rante, tempat upacara syukur untuk esok hari


Sabtu 13 September, Acara Ma’longko’ di Rante/Dolmen, menutup liang lahat (peletakan karangan bunga), Ibadah Syukur dan Ramah Tamah ditutup acara “Sisembak” (Adu betis bagi anak-anak).

Semoga bermanfaat, terima kasih ..

Jumat, 02 Oktober 2015

AUTOBIOGRAFI

AKU BERSAMA CERITA KU..

Nama saya Untung Nugroho, sering di panggil dengan nama untung sama temen beda lagi kalo di panggil sama orang tua saya ya. Saya lahir dari dua bersaudara dan saya anak pertama dari bapak dan ibu saya, saya mempunyai seorang adik permempuan yang di beri nama oleh orang tua saya dengan nama Linda Wigati. Saya lahir di jakarta tahun 1994 pada tanggal 16 november dan sekarang saya tinggal bersama orang tua saya di daerah bekasi karena kebetulan sejak umur saya 3th orang tua saya sudah lepas dinas di jakarta dan memutuskan untuk pindah tempat tinggal di daerah Bekasi Utara.
Umur saya sekarang ingin menyentuh 21 tahun, saya menjalankan pendidikan dari umur 5 tahun menempuh sekolah jenjang Taman Kanak-Kanak(TK) selama setahun dan di lanjutkan dengan masuk sekolah dasar(SD) selama 6 tahun di SDN Bahagia 04 lalu di teruskan dengan meneruskan sekolah menengah pertama(SMP) di SMP N 3 Babelan dan ketika lulus dari sekolah menengah pertama saya melanjutkan sekolah menengah kejuruan(SMK) saya melanjutkan sekolah menengah kejuruan ini di salah satu sekolah swasta di jakarta timur yaitu SMK Dinamika Pembangunan 1 jakarta.
Setelah saya lulus dalam perjalanan menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan saya sebenarnya ingin melanjutkan untuk terus lanjut menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi yaitu jenjang perguruan tinggi atau universitas negri, saya sempat mendaftarkan diri saya di salah satu tes untuk masuk ke jenjang tsb yaitu tes yang melalui nilai raport waktu itu guru yang yang bertanya di kelas sebelum Ujian Nasional di mulai, guru saya bertanya kepada anak murid nya “siapa yang ingin melanjutkan kuliah di kelas ini”ucap guru saya dan anak murid nya yang ingin melanjutkan kuliah langsung menacungkan tangan dengan serempak nya “saya pak” ucapan serentak dari kelas yang saya duduki dahulu kelas 3 yaitu kelas 3 listrik 1, sehabis pertanyaan yang guru saya berikan guru saya pun mencatat yang ada di dalam isi kelas saya yang berminat untuk melanjutkan kuliah termasuk saya pun masuk dalam catatan tsb.
Ke esokan hari saat jam pelajaran guru saya pun memanggil nama-nama kemarin yang berminat untuk melanjutkan kuliah supaya memastikan apakah anak yang ada dalam catatan tsb memang bersungguh-sungguh atau tidak nya, saya pun sempat di berikan pertanyakan kepada guru saya “kamu serius ingin melanjutkan kuliah tung”ucap guru saya waktu itu “saya serius pak” begitu lah saya menjawab pertanyaan yang dilontarkan guru saya pada waktu itu tapi bukan hanya sekedar bertanya guru saya berbicara kepada saya, dia juga meyakinkan saya dengan ucapan nya “saya akan bantu sebisa saya tung supaya kamu bisa masuk di universitas negri” begitu lah ucap guru saya berbicara kepada saya seakan-akan sangat meyakinkan saya.
Membuat persyaratan lah saya pada waktu itu untuk di berikan kepada biro sekolah saya sebagai syarat pendaftaran pendidikan saya tingkat lanjut yaitu jenjang universitas, setelah saya memberikan persyaratan nya dengan lengkap saya pun sudah merasa tenang karena saya berfikir dahulu urusan masuk atau tidak masuk nya saya tidak begitu peduli, kepala biro sekolah saya bilang kalo nanti pengumuman nya barengan dengan penggumuman lulus kamu Ujian Nasional dan itu sangat lama waktunya.
Seiring waktu terus berjalan saya sampai tidak berfikiran lagi dengan pendaftaran saya di universitas negri tsb, saya lebih asik bermain dengan teman-teman saya karena waktu itu kelas 3 ingin Ujian Nasional waktu sangat lah santai, banyak sekali waktu luang untuk bermain kebetulan di umur-umur ingin menapaki 17 tahun ya tau sendiri lah memang umur-umur nya seorang sedang mencari jati diri nya masing-masing apa lagi seorang laki-laki tidak heran kalo seandainya memang di bilang bandel atau nakal di umuran segitu ya.
Dulu saya bisa di bilang si nakal juga, wajar anak laki-laki ya hehe
Dulu saya memang masih belum bisa di ajak berfikir, yang saya tau hanya meminta sama orang tua dan itu harus ada kebetulan masa orang tua saya dulu masih terbilang berkecukupan untuk membiayakan kedua anaknya yaitu saya dan adik saya, tapi seiring saya bermain, bergaul sana sini dengan banyak teman teman saya saya terlalut sama pergaulan itu dan tanpa saya sadari kalo membuat hidup saya hancur dahulu.
Saya yang dulu hampir menghabiskan waktu saya untuk teman-teman saya dari pada berkumpul dengan keluarga saya di rumah, sekarang saya hanya bisa bilang “sungguh bodoh lu dulu” ya memang saya bisa katakan saya memang bodoh dahulu.
Lulus saya dari Ujian Nasional dulu tahun 2012 pas tersandung nya masalah saya dan keluarga saya menghabiskan banyak biaya sampai saya tidak bisa meruskan pendidikan saya di jenjang universitas, menyesal ? “sungguh sangat menyesal” jelas ucap saya pada diri saya sendiri.
Tidak usah di perjelas lah ya bagian ini, karena mungkin bagian ini privasi dari hidup saya .
Begitu sangat cepat nya yang maha kuasa membalikan nya dari yang berada di atas tiba-tiba jatuh ke bawah dan begitu pun sebaliknya, pukulan memang itu semua untuk keluarga saya semua tapi saya mengambil hikmat dari itu semua kalo hidup tidak ada liku-liku mungkin semua orang akan seenak-enak nya saja melalakukan sesuatu apapun dan mungkin tidak akan pernah tau yang nama nya berjuang itu seperti apa.
Mulai pertengahan tahun 2012 saya berkerja di salah satu perusahaan industri di daerah kawasan industri pulo gadung(JIEP), di perusahaan itu saya mulai berjuang untuk membalikan kebahagian keluarga saya, saya mencari biaya untuk mensekolahkan adik saya dan mulai dari sini saya berfikir keras kalo mencari uang tidak gampang segampang membalikan telapak tangan, sering kali saya teringat akan masalah yang membuat keluarga saya jatuh hingga sekarang dan itu membuat saya sangat menyesal, entah saya harus gimana untuk membuat orang tua saya bahagia dan bangga kepada saya itu yang saya pikirkan dan bertanya-tanya pada diri saya sendiri terus menerus.
Apa yang sudah orang tua saya lakukan untuk anak-anaknya itu perjuangan yang sungguh luar biasa menurut saya, saya hampir setahun meninggal kan rumah jauh dari keluarga saya hanya untuk mencari ketenangan supaya bisa berfikir baik dan saya sempat bilang kepada orang tua saya kalo saya tidak akan pulang kalo belum bisa membuat orang tua saya bahagia dan menebus kesalahan saya tapi orang tua saya membantah akan perkataan saya dan orang tua saya bilang kepada saya “yang nama nya orang tua itu tidak minta imbalan sedikit pun dari anaknya mas, cukup setiap hari bisa ngeliat anaknya saja itu orang tua kamu sudah bahagia dan orang tua itu cuma mau dekat dengan anaknya” ucap bapak saya kepada saya.
Tapi pada saat itu pemkiran saya tetap kokoh kalo saya tidak akan bersama orang tua saya untuk mencari jati diri saya, saya sudah tidak bisa manja lagi dengan usia saya yang menginjak dewasa saya harus bisa mandiri tanpa orang tua saya supaya saya tahu gimana sulitnya hidup sendiri tanpa tidak ketergantungan pada orang tua atau pun orang lain dan saya meninggalkan rumah saya sampai akhirnya setelah setahun lama saya tidak bersama orang tua saya akhir nya orang tua saya menyuruh saya untuk pulang ke rumah karena memang orang tua saya tidak bisa jauh dari anak-anak nya begitu pun sebaliknya anak-anaknya pun tidak bisa jauh dari orang tua nya dan saya memutuskan untuk pulang ke rumah dan tinggal bersama orang tua saya lagi dan saya kembali meminta maaf lagi atas perbuatan saya yang membuat orang tua saya susah seperti ini.
Selama saya tinggal sendiri tanpa orang tua saya di situ saya bertemu dengan orang-orang berpengalaman dan wawasan nya jauh lebih luas dari pada saya, disitu saya belajar dengan mereka dan memulai hidup yang benar-benar pait mungkin untuk saya di usia saya yang masih muda dimana saya baru menginjak umur 18 jalan 19 tahun masih terbilang muda untuk usia saya yang harus bekerja kerja keras untuk bertanggung jawab atas perbuatan yang saya perbuat dahulu. Sering saya bercerita tentang hidup saya kepada teman baru saya yang usia nya jauh lebih tua dari pada saya bahkan sudah ber rumah tangga, saya pun sempat mengeluh dengan beliau “bang saya engga kuat kalo untuk ngejalanin hidup kaya gini, gimana caranya ya bang biar saya bisa seperti dulu”ucap saya kepada beliau “ini emang udah jaman nya lu harus bekerja keras tung dimana lu engga bisa lagi ngandelin orang tua lu sebagai bahu lu, lu laki kan ?”dia bertanya kepada saya, “ ya saya laki lah mas” begitu saya menjawab, ”nah itu lu tau kalo lu laki, dimana pun apa yang sudah dia perbuat harus di pertanggung jawab kan tung itu baru yang nama nya seorang laki-laki jangan takut untuk membuka sebuah lembar baru yang penting lu harus ada niat dan pegang erat prinsip lu, bismillah lu bakal bisa berubah percaya sama gue karena semua orang itu bisa berubah tergantung sama niat dan prinsip orang tersebut gimana tung!”tegas dia berbicara kepada saya waktu itu.
Dari situ saya sudah mulai berfikir untuk maju ke depan dan berubah untuk memulai dunia saya yang baru, saya bekerja untuk mengumpulkan uang untuk biaya adik saya dan melanjutkan pendidikan saya yang di mana saya sempat ketunda akan adanya masalah tsb, sampai akhir nya setahun saya mengumpulkan dana saya, menabung setiap bulan nya hanya untuk saya dan adik saya bisa lebih dari apa orang tua saya karena dulu ibu saya sempat bilang kepada saya kalo ibu saya merantau ke jakarta hanya ingin kuliah tapi apa daya faktor ekonomi yang mendesak ibu saya dahulu nya, makanya ibu saya punya harapan kepada anak nya supaya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dari pada orang tua nya.
Dan akhir nya setalah uang tabungan saya sudah terkumpul selama setahun lama nya kurang lebih saya memutuskan untuk meneruskan pendidikan saya di jenjang yang lebih tinggi dan seiring waktu berjalan bersamaan dengan adik saya pun masuk Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi(SMK F)
Saya meminta izin kepada kedua orang tua saya untuk melanjutkan pendididkan saya ke jenjang lebih tinggi dan mensekolahkan adik saya ke Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi(SMK F), orang tua saya sungguh sangat merespon apa keinginan saya ini dan sangat mendukung sekali dengan apa yang bilang tsb.
Setelah mendapat izin dari kedua orang tua saya saya pun mendaftarkan adik saya teruma di Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi(SMK F) dan setelah itu saya lah yang mendaftarkan diri saya sendiri ke salah satu universitas swasta yang berada di daerah kali malang yaitu Universitas Gunadarma, adik saya mengambil jurusan farmasi di Sekolah tsb dan saya mengambil fakultas ilmu komputer di Universitas Gunadarma dengan jurusan sistem informasi, saya masuk tahun ajaran baru pada tahun 2014 dan saya sekarang masuk dalam semester 3.
Di zona ini lah saya menemukan banyak teman lagi dalam hidup saya dan mungkin temen yang merasakan akan sama hal seperti saya yaitu”berjuang” untuk masa depan nya, karena saya kuliah masuk di kelas malam di Universitas Gunadarma dimana kelas tsb di isi oleh orang pekerja semua hampir rata-rata dan saya juga berfikir kalo mereka mungkin lebih dewasa semua dari pada saya tapi balik lagi kalo memang umur itu tidak melarang untuk kita berteman dan berbagi pengalaman, ada yang sempat pernah bilang kepada saya sewaktu saya sedang pergi ke suatu tempat “berteman lah dengan siapa saja selagi itu membuahkan hasil yang posotiv bukan negativ biarpun hewan sekalipun”seseorang yang melontarkan kata seperti itu sewaktu saya sedang di perjalanan dan asik sedang bertukar pengalaman denganya.
Kebetulan saya memang suka berpegian ke suatu tempat saat-saat ini, berpergian mencari tempat yang tenang untuk mencari kebahagian saya sendiri, entah itu gunung, laut, goa, atau bahkan hutan belantara sekalipun ya pokonya yang bersangkutan dengan alam ya itu yang saya tuju untuk liburan mengisi waktu senggang.
Saya sering melakukan sebuah perjalan sendirian karena buat saya pribadi berfikir kalo saya pasti akan bertemu teman di dalam perjalan yang saya ingin tuju, karena bermain di alam bebas itu semua orang bisa menghargai satu sama lain. Sering saya mendapatkan teman baru saya dalam perjalan dan sampai sekarang saya masih berteman baik denga mereka semua.
Banyak yang bertanya kepada saya kenapa harus suka sendirian si jalan nya liburan nya atau kenapa suka main di alam bebas ? “kamu rasain aja sendiri dan kamu nikmatin kesendirian itu yang begitu tenang serasa tidak ada yang menggangu, karena alam tidak akan pernah menghianati bagi hati yang mencintainya” mungkin itu salah satu jawaban dari pertanyaan yang selalu bertanya kepada saya.
Saya juga mencintai budaya negri saya ini apa lagi sejarah nya, itu yang membuat saya makin penasaran akan indonesia ini dan makin cinta sama indonesia ini tentu nya, ada orang yang sempat bilang kepada saya dan bertanya”emang engga sayang apa duitnya di pakai untuk jalan-jalan mulu”begitu ucapan nya dan saya hanya bisa menjawab “kenapa harus sayang sama barang yang masih kita bisa cari, saya tidak ingin kaya kok saya hanya ingin melihat banyak tempat dan saya ingin menghirup seribu satu bau kihidupan di dunia ini udah itu aja simple kan” jawab saya.
Mungkin saat ini hanya itu yang saya bisa jalankan, harapan saya hanya ingin berubah menjadi lebih baik supaya orang tua saya bangga akan anak nya yang nakal ini dan tentunya bisa ngebanggain kedua orang tua saya dan membuat orang tua saya bahagia. AMIN... ..

Terima kasih yang tak terhingga untuk Allah SWT dan terima kasih untuk kedua orang tua saya yang engga pernah menyerah mensupport anak nya yg nakal ini begitu juga teman
-teman saya, saya ucapkan banyak TERIMA KASIH.

Satu kutipan dari saya barangkali bisa untuk motivasi kalian semua.


“I’ve lived, I’ve loved, I’ve lost, I’ve missed, I’ve hurt, I’ve trusted, I’ve made mistakes, but most of all, I’ve learned.”